Digital memang sudah menguasai pasar dunia. Sekarang orang-orang seolah udah punya hidup kedua dengan alat-alat digital. Kalo dulu, anak-anak SD nyari tugasnya guntingin gambar-gambar atau artikel di koran dan lemnya pake nasi (pengalaman), sekarang kaya gitu udah jauh tertinggal. Sekarang anak-anak sekolah udah canggih pake internet. Bahkan di sekolah-sekolah mahal udah berlaptop semua. Semua orang berlomba untuk mendapatkan hidup yang lebih praktis dan mobile.
Yang namanya dunia digital memang milik semua umur. Yang paling lumrah untuk penggunaan digital saat ini adalah handphone. Bisa dilihat kalangan apapun sekarang punya handphone. Apalagi gadget yang satu ini sekarang tidak terlepas dari koneksi internet plus aplikasi jejaring sosial masa kini, seperti facebook dan twitter. Orang Indonesia menduduki peringkat nomor dua terbesar pengguna Facebook dan peringkat ketiga terbesar pengguna Twitter. Bahkan ada masyarakat yang membeli handphone tertentu karena ada aplikasi khusus untuk facebook dan twitter tanpa harus masuk ke browser lagi.
Masyarakat Indonesia seperti dikatakan dalam sebuah seminar digital marketing, adalah BIG, CRAZY, and YOUNG. BIG yaitu jumlah penduduk Indonesia yang banyak. CRAZY yaitu masyarakat Indonesia selalu tergila-gila dengan hal-hal baru yang masuk ke Indonesia seperti waktu pertama kali friendster atau facebook masuk ke Indonesia. Kalau mau yang lebih konkrit lagi sih, kita bisa liat video Sinta dan Jojo dan Briptu Norman yang meledak di Indonesia. Padahal biasa aja tapi tanggapan dari masyarakat dan media Indonesia yang begitu fantastis. Selanjutnya, YOUNG yaitu masyarakat Indonesia masih terbilang muda dalam perkembangan teknologi makanya jiwa keingintahuan akan hal baru sangatlah besar.
Ada beberapa pihak yang memanfaatkan sifat dari masyarakat Indonesia tersebut untuk menggerakan dunia digital di Indonesia. Misalnya, penjualan RBT sebuah lagu di Indonesia bisa mencapai 1 triliun rupiah, jauh lebih rendah dibanding hasil penjualan tiket konser seorang artis yaitu 1 milyar rupiah. Selain itu, untuk penjualan CD bajakan juga mencapai angka yang besar senilai 2 trilliun dibanding original CD yaitu kurang dari 1 milyar rupiah. Angka-angka di atas menunjukan bahwa masyarakat Indonesia lebih suka dengan sesuatu yang berbau praktis dan cepat. Ya dengan kata lain, Indonesia ngga mau susah meskipun memang jauh lebih ngirit uang.
Hal lain juga dialami oleh para TKI di luar negeri. Mereka juga bela-belain beli handphone yang ada televisinya. Alasannya adalah mereka sangat ingin menonton channel Indonesia yang menayangkan Sinetron Indonesia . Menurut info yang ada, harga handphone tersebut tidaklah murah tapi mereka tetap membelinya. Ada lagi sebuah toko yang bernama Tesco di korea. Tesco adalah toko yang hampir mirip dengan Hypermart atau Carefour di Indonesia). Tesco menggunakan teknologi Visual Store yang diletakan di tempat-tempat strategis seperti subway. Hal ini dikarenakan orang-orang Korea tidak mempunyai waktu yang banyak untuk berbelanja kebutuhan mereka sehari-hari. Klik disini untuk melihat Tesco : Visual Store in South Korea dan perhatikan bagaimana cara mereka berbelanja. Apakah Indonesia mampu menyamai Korea Selatan?
Nah, beda lagi dengan cara marketing sebuah film bioskop yang dilakukan oleh Dream Works Animation. Saya baru pertama kali melihat marketing yang fantastis oleh sebuah production house melalui trailer di Youtube. Kilk disini untuk melihat Jack Black Youtube Epicness ! (ikuti petunjuk yang diberikan orang dalam video, jika bingung tanya saya. Dijamin anda akan tercengang melihat video di atas).
Bisa dibilang zaman sekarang adalah Consumer Power. Perusahaan-perusahaan pun berlomba-lomba untuk mengerti keinginan konsumen yang mereka ingin wujudkan dalam setiap produk yang dijual. Sekarang televisi juga sudah banyak ditinggal karena orang-orang lebih tertarik dengan internet.
"Journey, it's not about where you go, where you stay, but how you enjoy it with or without friends. Be grateful" - Mine
Tampilkan postingan dengan label magang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label magang. Tampilkan semua postingan
Minggu, 07 Agustus 2011
Jumat, 05 Agustus 2011
#015 creativeNOTpassive
Rabu, 03 Agustus 2011
#014 creativeNOTpassive
Ramadhan membawa berkah. Meskipun jam pulang kerja sama aja kaya hari biasa, gw cukup senang dengan kudapan gratis dari kantor untuk berbuka puasa. Biasanya kudapan udah dikasi jam-jam setengah 5 an gitu. Terus gw jadi berasa puasa juga. Karena gw juga menunggu kotak kudapan itu terbuka dan bisa menguyah setiap mahluk yang ada di dalam sana, hehe. Wah... otak gw makin lancar buat bekerja kalo tiap sore dikasi begituan, gratis pula. Istilahnya kaya pas main game, nyawa lo tinggal 1, terus nambah lagi jadi 3, lebay.
(atas: intermezo)
Banyak pengetahuan yang gw dapetin dari hasil diskusi kemaren siang bersama Mas Arya. Gw dan partner setia gw, Azmi, ditugasi untuk mencari 5 iklan yang menurut kita keren. Bukan keren hanya secara visual tapi juga pesan ke konsumen.
Setelah kita share semua iklan yang udah dicari, Mas Arya mulai membagikan ceramah umumnya. Sangatlah penting untuk menciptakan iklan dengan memperhatikan beberapa kategori berikut :
1. Konsumen seperti apa yang kita tuju
2. Cara kita mendekatkan produk dengan konsumen
Semua orang sebenarnya juga tau kategori-kategori di atas tapi apakah berhasil dalam pelaksanaanya?
Kita mau membuat iklan dengan prioritas utama kilen atau buat eskpresi aja. Masih sedikit iklan-iklan di Indonesia yang bisa menyampaikan keduanya. Dalam kategori periklanan award seperti Cannes Lion, iklan-iklan seperti itu sudah menjadi santapan para jawara. Yang perlu disadari adalah orang Indonesia belum bisa sepenuhnya dikasi iklan yang pesannya berlayer-layer. Misalnya, kalo liat iklan di TV atau majalah, mereka akan bilang, "Apa sih maksudnya?"
Kalau macem iklan So NIce, semua orang Indonesia pasti ngerti, hehe
Ide itu simpel, tapi bagaimana ide itu bisa dikemas menjadi sebuah yang besar yang mungkin orang jarang berpikir serius tentang ide tersebut. Yang paling terpenting adalah memulai dengan sesuatu yang dekat dengan konsumen dulu. Bangun awareness mereka tentang produk yang ada (berasa anak manajemen).
Lain lagi dengan PSA atau iklan layanan masyarakat. Orang-orang idealis berpikir kalo pengiklan PSA adalah orang-orang yang ngga punya hati nurani. Apalagi merka yang mendapatkan award di atas penderitaan orang lain. PSA mungkin menjadi iklan tergampang untuk dibuat. Namun, yang membuatnya sulit adalah bagaimana caranya iklan tersebut bisa menggerakan orang lain. Kalo hanya mentok di pesan "Global Warming" tapi orang-orang tetap buang sampah sembarangan, berarti PSA tersebut tidak berhasil. Dan kalo dilihat di Indonesia, memang tidak berhasil (menurut saya). Iklan-iklan tentang pemanasan global masih kurang menampar pipi orang Jakarta. Buktinya masih banyak sampah berkeliaran diman-mana.
Pembicaraan selanjutnya adalah mengenai art base dan copy base. Pernah kan liat iklan yang cuma gambar doang? Iklan-iklan itu berarti menekankan pada ART BASE (iklan levi's), yaitu kekuatan dari visual yang ditampilkan. Kalo visualnya udah bisa memberikan sejuta pesan, copy dirasa tidak perlu untuk ditampilkan. Tapi ada lagi yang COPY BASE, yaitu kekuatan pada copy (kata-kata). Di saat visualnya tidak secara langsung menyampaikan pesan iklan, copy yang memperkuat pesan tersebut.
Ini semua kembali lagi ke ada cara kerja. Share ide sebanyaknya baru dipikir relevannya ke produk. Tapi kadang malas ya kalo udah buat banyak ide sedikit atau bahkan ngga ada yang dikepake. Hikmahnya adalah ngelatih pikiran dan skill untuk menemukan hal-hal yang lebih dari biasa.
Beberapa iklan pemenang Cannes Lion dari Lowe Indonesia
(atas: intermezo)
Banyak pengetahuan yang gw dapetin dari hasil diskusi kemaren siang bersama Mas Arya. Gw dan partner setia gw, Azmi, ditugasi untuk mencari 5 iklan yang menurut kita keren. Bukan keren hanya secara visual tapi juga pesan ke konsumen.
Setelah kita share semua iklan yang udah dicari, Mas Arya mulai membagikan ceramah umumnya. Sangatlah penting untuk menciptakan iklan dengan memperhatikan beberapa kategori berikut :
1. Konsumen seperti apa yang kita tuju
2. Cara kita mendekatkan produk dengan konsumen
Semua orang sebenarnya juga tau kategori-kategori di atas tapi apakah berhasil dalam pelaksanaanya?
Kita mau membuat iklan dengan prioritas utama kilen atau buat eskpresi aja. Masih sedikit iklan-iklan di Indonesia yang bisa menyampaikan keduanya. Dalam kategori periklanan award seperti Cannes Lion, iklan-iklan seperti itu sudah menjadi santapan para jawara. Yang perlu disadari adalah orang Indonesia belum bisa sepenuhnya dikasi iklan yang pesannya berlayer-layer. Misalnya, kalo liat iklan di TV atau majalah, mereka akan bilang, "Apa sih maksudnya?"
Kalau macem iklan So NIce, semua orang Indonesia pasti ngerti, hehe
Ide itu simpel, tapi bagaimana ide itu bisa dikemas menjadi sebuah yang besar yang mungkin orang jarang berpikir serius tentang ide tersebut. Yang paling terpenting adalah memulai dengan sesuatu yang dekat dengan konsumen dulu. Bangun awareness mereka tentang produk yang ada (berasa anak manajemen).
Lain lagi dengan PSA atau iklan layanan masyarakat. Orang-orang idealis berpikir kalo pengiklan PSA adalah orang-orang yang ngga punya hati nurani. Apalagi merka yang mendapatkan award di atas penderitaan orang lain. PSA mungkin menjadi iklan tergampang untuk dibuat. Namun, yang membuatnya sulit adalah bagaimana caranya iklan tersebut bisa menggerakan orang lain. Kalo hanya mentok di pesan "Global Warming" tapi orang-orang tetap buang sampah sembarangan, berarti PSA tersebut tidak berhasil. Dan kalo dilihat di Indonesia, memang tidak berhasil (menurut saya). Iklan-iklan tentang pemanasan global masih kurang menampar pipi orang Jakarta. Buktinya masih banyak sampah berkeliaran diman-mana.
![]() |
| Barisan Orang Sholat yang menyamai warna Jeans (zoom in) |
Pembicaraan selanjutnya adalah mengenai art base dan copy base. Pernah kan liat iklan yang cuma gambar doang? Iklan-iklan itu berarti menekankan pada ART BASE (iklan levi's), yaitu kekuatan dari visual yang ditampilkan. Kalo visualnya udah bisa memberikan sejuta pesan, copy dirasa tidak perlu untuk ditampilkan. Tapi ada lagi yang COPY BASE, yaitu kekuatan pada copy (kata-kata). Di saat visualnya tidak secara langsung menyampaikan pesan iklan, copy yang memperkuat pesan tersebut.
Ini semua kembali lagi ke ada cara kerja. Share ide sebanyaknya baru dipikir relevannya ke produk. Tapi kadang malas ya kalo udah buat banyak ide sedikit atau bahkan ngga ada yang dikepake. Hikmahnya adalah ngelatih pikiran dan skill untuk menemukan hal-hal yang lebih dari biasa.
Beberapa iklan pemenang Cannes Lion dari Lowe Indonesia
![]() |
| "YOU EAT WHAT YOU TOUCH "- Lifebouy Hands Sanitizer |
![]() |
| "SEE WHAT YOU CAN SWITCH ON, WHEN THE SCREEN IS OF" -UNICEF |
#013 creativeNOTpassive
"Waktu tidak terbatas, Ide harus di ambang batas walau disampaikan dengan terbatas" (Stenisia, 2011)
Senin, 01 Agustus 2011
#012 creativeNOTpassive
Oh My God, harapan kosong. Gw pikir di hari puasa, kantor bakal pulang lebih awal. Teryata sama aja.Mungkin itu cuma berlaku di kantor-kantor yang jam kerjanya saklek kali ye. Ngga kaya tempat magang gw yang "Cuma Tuhan Yang Tahu" jam pulangnya kapan.
Sebenarnya gw suka banget kalo ngga pernah ada aturan untuk jam masuk kantor. Yaa, asal tau diri aja, lo anak magang, bukan karyawan, hehe. Jam pulang pun yang menjadi persoalan. Apalagi kalo gw pulang ke Depok bukan ke Bekasi. Rasanya mau mati banget naik Kopaja 63. Masih mending kalo ke Bekasi naiknya AC. Tapi sama aja sih. Yang namanya angkot, bis, dan sebagainya selalu akan lebih melelahkan badan dan menyedot waktu lebih banyak. Dua minggu yang lalu, gw sempet pulang naik 63 menuju depok. Gila itu bis. Kaya pepes banget. Kaya kereta arah Bogor di sore hari. Keintiman para penumpang pun lebih terasa. Ngga banget pokoknya. Gw ngga mau mengulang kesalahan kaya gitu untuk kedua kalinya. Kenapa jadi cerita angkot.
Berasa banget dunia kerja di advertising kaya apa. "Waktu tidak terbatas. Kontribusi harus di ambang batas." - Stenisia, 2011
*maaf, lebih banyak cerita angkot daripada ttg kerjaan di kantor, hehehe
Sebenarnya gw suka banget kalo ngga pernah ada aturan untuk jam masuk kantor. Yaa, asal tau diri aja, lo anak magang, bukan karyawan, hehe. Jam pulang pun yang menjadi persoalan. Apalagi kalo gw pulang ke Depok bukan ke Bekasi. Rasanya mau mati banget naik Kopaja 63. Masih mending kalo ke Bekasi naiknya AC. Tapi sama aja sih. Yang namanya angkot, bis, dan sebagainya selalu akan lebih melelahkan badan dan menyedot waktu lebih banyak. Dua minggu yang lalu, gw sempet pulang naik 63 menuju depok. Gila itu bis. Kaya pepes banget. Kaya kereta arah Bogor di sore hari. Keintiman para penumpang pun lebih terasa. Ngga banget pokoknya. Gw ngga mau mengulang kesalahan kaya gitu untuk kedua kalinya. Kenapa jadi cerita angkot.
Berasa banget dunia kerja di advertising kaya apa. "Waktu tidak terbatas. Kontribusi harus di ambang batas." - Stenisia, 2011
*maaf, lebih banyak cerita angkot daripada ttg kerjaan di kantor, hehehe
Minggu, 24 Juli 2011
#011 creativeNOTpassive
sebelum lupa, ini daftar nama anak yang magang bareng gw di Lowe Kreatif lantai 6:
- Bara - DKV, ISI 2005
- Galih - D3, Advertising UI 2009
- Ica - DKV, UPH 2008
- Andri - Advertising, San Fransisco University, 2007
- Hans - DKV UPH, 2008
- Senja - Advertising UI, 2009
- Buluk - DKV, ITB 2008
- Nasik - Universitas Muhamadiyah Malang
- Bella - Komunikasi UI, 2008
- Ugra - DKV UPH, 2008
- Hoho - Komunikasi UAJY, 2008
- Azmi - DKV ITB, 2008
- Stenisia - Sastra Inggris UI, 2008
Kamis, 21 Juli 2011
#010 creativeNOTpassive
Hari ini gw benar-benar terhibur dengan kehadiran surat-surat kiriman orang-orang ke produk Indomie. Tau kan iklan Indomie yang,"Ini ceritaku, apa ceritamu?". Tadi temen gw yang magang di bagian Indomie minta bantuan untuk nyeleksi surat-surat yang masuk. Gw langsung tertarik banget dikasi kerjaan baca tulisan orang terus nyeleksi yang mana yang kurang dan bagus.
Hampir ratusan surat yang masuk dengan berbagai ukuran kertas dan jenis tulisan. Sampe ada deh yang tulisannya gak bisa dibaca dan akhirnya gak dibaca, maap sakit mata bro! haha. Surat demi surat dibaca. Berbagai kejutan terkandung di dalam surat-surat tersebut. Ada cewek yang ngirim suratnya 2 kali. Masing-masing suratnya ada foto 4R nya pula dengan angle foto pake hp, kebayang kan pose-nya gimana, hahaha. Anehnya foto yang kedua ngga jadi satu sama suratnya. Dikirim terpisah,haha. Ditambah lagi, judul cerita Indomie-nya : "Urat malu ku putus gara2 Indomie" HAHAHA, gila ni cewe. Gw rasa sih dia terobsesi buat jadi talent-nya Indomie.
Terus ada lagi yang di dalam mobil kelaperan dalam perjalanan liburan, malah masak Indomie di dalam mobil, ccck. Ada lagi yang isi amplopnya itu cuma bungkus-bungkus Indomie, haha. Lo kata undian berhadiah apa??! Surat yang lain lagi berusaha pengen nunjukin betapa niatnya dia untuk Indomie. Jadi setiap kata Indomie di dalam suratnya, dia isi dengan guntingan tulisan Indomie dari bungkus Indomie, haha, kreatif. Sayangnya, ceritanya STD banget.
Ada lagi malah ngasi komentar tentang iklan Indomie yang jauh-jauh pergi ke Belanda cuma untuk beli Indomie. Si penulis bilang kalo sebenarnya di negara-negara Eropa ada kok yang jual Indomie ngga cuma di Belanda aja, eaaa. Gw gak tau deh yang mana yang bener, haha. Macem-macem banget deh cerita orang-orang tentang Indomie.
Yang paling gw sering temuin dan bisa dibilang standar adalah setiap cerita yang mengandung unsur kenangan akan keluarga, makan indomie pas naik gunung, sama kenangan Indomie pas bulan puasa. Indomie emang khas banget sih sama keluarga dan pertemanan. Apalagi lagi dingin makan Indomie udah biasa.
Gw lupa deh ada yang berpantun, terus rada maksa gitu. Dia orang Kalimantan. Yang paling gw inget dalam pantunnya ada kalimat, "Makan indomie sambil serius", wakakaka. Terus kalimat terakir pantunnya (gw rada lupa kalimatnya) intinya," Saya tunggu di Kalimantan", bhahahaha. Siapa elu??
Masih banyak yang bagus-bagus dan gak bisa diceritain satu-satu. Lagian kalo gw ceritain, nanti gak spesial lagi dong iklannya Endomi (salah satu penulis surat menyebut Indomie dengan Endomi sampai akhir suratnya). Ini ceritaku, apa ceritamu? hehehe.
Rabu, 20 Juli 2011
#009 creativeNOTpassive
Awalnya krik krik, sekarang kriuk-kriuk euy...!
Mungkin kalimat pembuka di atas cocok buat ngegambarin proses magang gw yang udah mau memasuki seminggu. Baru seminggu???! Iya gw baru seminggu tapi kok kaya udah sebulan ya. Kenapa bisa begitu?
Tadinya gw ngerasa "kecil" di tengah orang-orang yg jauh lebih tahu, pintar, dan ahli dalam dunia advertising. Ya you know-lah.. Mereka gak jauh-jauh anak advertising, komunikasi, dan dkv. Sedangkan gue? Sastra Inggris? Rada gak nge-pop sih jurusan gw di advertising. Tapi gw ngerasa apa yg udah gw pelajarin di kampus, hampir ke pake semua. Speaking, grammar, puisi, wacana dan sastra, gaya bahasa, dan lain-lainnya. Intinya iklan gak pernah bisa lepas dari bahasa.Anak-anak magang cepet bgt nge-boundingnya. Gw jg saling bantu-bantu untuk mikirin tagline2 kaya apa yg cocok buat produk mereka. Kalo mereka lebih ditekankan Bahasa Indonesia. Nah, beda lg kalo gw. Mentang-mentang gw anak Inggris, gw disuruh buat iklan in English. Ya biasalah..gancil !
Apanya yang gancil?? Setiap saat gw mau cari ide, gw pasti ngelamun sambil pake headset. Atau nggak, sambil nunggu macet di bis, tiba-tiba liat orang lg ngapain, terus kepikiran ide. Jadi timing ide muncul itu bebas. Dan gw seneng banget, kerja gw gak di press sama mas-mas atasan gw. Atau mungkin belum tiba waktunya untuk di press, baru 1 minggu juga gitu.
Kalo masalah kerjaan, gw selalu berkeinginan besar untuk membuat atasan tersenyum manis. Kalo ide lo garing atau "apaan-seh bgt" idenya, itu bisa jd pemicu lo menyadari kalo gak semua lelucon lo itu bagus di mata mereka, haha. dan satu hal lagi yang ditekankan adalah , Jgn pernah cepet puas. Gali dan gali terus ide yang masih mentah
Pola pikir kita tuh jadi diasah untuk membuat beberapa layer-layer ide. 200 kata pertama itu masih dibawah layer 1. Kalo udah mulai ngonsepin keyword2nya baru layer 1. Proses buat copy dan art yg bagus akan jadi layer-layer ide selanjutnya.
Ya intinya, pikiran yang gak mungkin bagi kita, mungkin banget buat iklan. Maka dari itu, berpikirlah se-absurd mungkin untuk sebuah konsep tapi tetap nyambung sama produk iklannya.
Gw aja sampe menganalogikan kuman dan tangan pacaran terus ketemuannya di gagang pintu. Ini buat bikin iklan hand sanitizer yg nunjukin betapa kotornya tangan kita setelah megang gagang pintu yg dalam waktu sehari bisa ribuan orng megang benda itu. Terus dibilang lucu, hehehe
#008 creativeNOTpassive
Tiap anak magang punya tim masing2. Ada yang dikepalai sama orang2 yg agak strict, ada jg yg dipegang sama orang2 santai. Untungnya orang kaya gw dapet atasan yg agak longgar. Ada yg diminta sama atasannya dateng jm 8 pagi dong. Yaampun udah kaya kuliah aja. Padahal kan pulangnya gak nentu jg kapan, nasib2..
Di kantor ini, setiap orang pasang waktu yg beda-beda. Ada yg Waktu Indonesia bagian barat, ada yang Tengah bahkan Timur. Dan gw adalah orang bagian Tengah hampir Timur. Gw gak pernah dtg jm 9. Paling cepet dtg stengah 10, pernah mendekati makan siang gw br dtg, dan pernah dateng setelah boss dateng, haha. Tapi kalo masalah waktu pulang, gw cukup loyal. Gw selalu pulang diatas jm 7. Ya kalo udah gabut, mondar-mandir aja dari satu tim ke tim lain nanya kabar, becanda2, nyampah2.
Jujur kadang gw bingung loh sampe kantor mau ngapain, haha. Hal pertama yg gw lakuin pastinya tarik napas lega setelah keluar dari angkutan neraka nomer 63. Terus naik ke lantai 6 tempatnya anak2 kreatif Lowe.
Rasanya surga banget pas buka pintu masuk. Duduk di sofa, cek hp, nyantai dulu ah.. Buka laptop cek tugas yg udah gw buat, gw kasi liat ke mas-mas atasan, hehe. Kalo gak enak jawabannya disuruh benerin, kalo udah enak, disuruh kembangin lagi. Cari2 inspirasi di website2 advertising. Pengen cari inspirasi dari majalah, adanya FHM, cck. Dasar anak muda, pengen tauuuuu aja... hal-hal yg tertutup.
Sabtu, 16 Juli 2011
#007 creativeNOTpassive
Jangan terlalu percaya sama orang-orang yang ada di dalam kumpulan advertising. Perkataan mereka menjebak sekalipun ekspresi begitu meyakinkan, kaya cowok yg mau nembak cewek (kasian banget kalo cuma becanda,hehe). korbannya gw. Mulai dari awal masuk, terhitung sudah tiga kali gw diboongin. Pertama pas awal masuk (di cerita sebelumnya), ada Mas Arya (atasan copywriter) jadi-jadian. Kedua, gw kena jebakan gigit chiki-chiki-an tapi ternyata itu stereofom. Ketiga, gw hampir percaya kalo Mas Arya ternyata pindah ke agency lain dan gw sebenernya direkrut buat jadi timnya di agency itu, kata Japret (atasan Art), sial.
Akibat gw suka dikibulin, gw jadi susah ngebedain mana yang serius, mana yang bercanda. Apalagi kalo lagi ngomongin,"Anak itu angkatan berapa sih?". Waktu itu gw baru kenalan sama anak magang asal Jogja, namanya Hoho. Gw kira dia angkatan tua soalnya kata anak-anak udah sesepuh. Gw cukup percaya kali ini. Pas dia nyamperin gw, dia blg dia angkatan dua ribu delapan. shock gw gak percaya. "Ah..yang bener lo??" gw sampe blg berulang-ulang kali nanya ke dia. Dia blg beneran. Tapi gw gak percaya karena takut dikibulin lg. Akhirnya Hoho ngeluarin Kartu Mahasiswa-nya. NIM-nya : 08..... hahahaha. Maaf Hoho...
Akibat gw suka dikibulin, gw jadi susah ngebedain mana yang serius, mana yang bercanda. Apalagi kalo lagi ngomongin,"Anak itu angkatan berapa sih?". Waktu itu gw baru kenalan sama anak magang asal Jogja, namanya Hoho. Gw kira dia angkatan tua soalnya kata anak-anak udah sesepuh. Gw cukup percaya kali ini. Pas dia nyamperin gw, dia blg dia angkatan dua ribu delapan. shock gw gak percaya. "Ah..yang bener lo??" gw sampe blg berulang-ulang kali nanya ke dia. Dia blg beneran. Tapi gw gak percaya karena takut dikibulin lg. Akhirnya Hoho ngeluarin Kartu Mahasiswa-nya. NIM-nya : 08..... hahahaha. Maaf Hoho...
#006 creativeNOTpassive
Ternyata bukan gw aja yg disuruh cari 200 kata untuk ide iklan. Anak2 magang lainnya jg ngelakuin hal yg sama seperti gw dan Azmi. Bahkan lebih kejam lg. Satu anak 200 kata. Menurut hemat saya, inti secara garis besar : ide dasar---kata-kata---ide iklan.
Anak2 magang sering nimbrung di satu desk yg sama. Kita saling bantu cari kata2. Malah ada yg sampe buka Kamus Bahasa Indonesia buat pilih-pilih kata yg cocok. Ngelamun dan kegiatan2 lainnya yg bisa menginspirasi. Yg paling enak tuh posisi kerja kita gak terpaku sama 1 tempat. Jadi kalo mau turun ke lantai bawah atau keluar kantor sementara buat cari ide jg gak masalah. Krn Blok M teramat gersang, gw tetep stay di dalam kantor aja ah, "Abis diluar panas sich".hehe.
Sejauh ini, pekerjaan masih menyenangkan. Karena nyantai bgt, no pressure! Yang penting lo punya ide. Kaya gw, br sampe kantor 11.30 gapapa.haha. Minta ditampol banget gw. Udah anak baru, datengnya siang bgt. Hidup di Jakarta keras !
Oia, sedikit mau share keadaan di desk tim gw. Disana terdapat 2 PC. 1 punya Mas Arya. 1 punya Japret. Hal yg unik adalah barang berserakan antah berantah di meja mereka. Ada majalah dewasa, tempat minum kaya dot tp versi gede, cartoon figure kaya hellokitty buzz lighter, sama makanan mirip bgt sama chiki keju tp ternyata itu sterofom. Gw udah tes kok.. Siaaal dikerjain ! Kurang tau sih itu barang mereka beneran apa ngga. Menurut gw sih, barang2 itu bisa jd penyemangat mereka saat bekerja, loh majalah dewasa?uhuk..uhuk..(Percakapan terputus....).
#005 creativeNOTpassive
Kegiatan pertama gw di hari pertama magang adalah nyari 200 kata yg menyiratkan "anytime anywhere". Pastinya gw ga nyari sendiri tapi bareng partner kerja gw, si Azmi. Kita nyari sampe bego. Ya gakpapa deh yg penting ga sampe idiot.
Berkhayal sampe badan gw seakan berada di tempat2 ramai seperti, stasiun, terminal, halte, pasar, dsb. Dr cewek matre sampe bencong. Dari dosa sampe hidayah.hahaha. Ya kurang lebih benda2 itu ada dimana aja dan bisa kapan aja lo temui.
200 kata lebih hasil penemuan kita. Gw disuruh bacain semua untuk eksekusi, kata apa yg cocok buat iklan produk itu. Dan akhirnya, terpilih kata2 yg cocok dan dikelompokan ke dalam beberapa grup, yaitu orang, benda, abstrak, dan aktivitas.
Setelah itu, kita pasang-pasangin deh kata-kata itu ke dalam sebuah situasi. Situasi itulah yg nantinya bakal jadi ide dari iklan kita. Weleh-weleh...
Intinya berkhayal, tapi khayalannya bisa direalisasikan dan bermakna.
Kita mulai ngonsepin situasi itu ke dalam sebuah role play. Ya sebenernya sih hampir mirip kaya kelas speaking gw di kampus. Cuman bedanya, gw gak jualan kalo di kelas,hehe. Setelah ngonsepin, kita coba ajuin ke atasan tim, sebut saja di Japret. Dikomenin blablabla... Dikoreksi, direvisi.. Siap laksanakan. Pesan: "Cari lagi yg banyak, ini masih sedikit idenya..". Selamat Berkhayal Sampai Langit Ketujuh!
Kamis, 14 Juli 2011
#004 creativeNOTpassive
"Say no to Gabut" itu perkataan gw ya setelah gw dapet magang. Ya tepatnya ekspetasi gw sih pas magang ngisi liburan ini. tapi ternyata..... Gw hampir gabut, men, hari pertama ! hahaha
Gw pikir, gw udah telat kan. Karena disuruh dateng jam 9 dan gw baru jaan dari depok jam 8 lewat. Nyampe kantor setengah 10. Gw ke lantai 4 untuk minta kartu absen dan tanda tangan surat magang. Dan lo tau.. belum dateng orang-orangnya. Yaudah gw ke lantai 6 deh, sarang orang-orang kreatif.
Kenalin ini tempat magang gw, Lowe Indonesia, Gedung Victoria lt. 6. Kalo ruang kerja tim gw pas banget depan pintu. Nah, orang yang bukan kerja disana ga bakalan bisa masuk kalo ga ada orang dari dalem ruangan yang bukain pintu. Soalnya sistem finger print gitu loh.
Akirnya, gw ngeliat manusia, laki-laki sih kayanya, haha. Iya, dia itu Azmi anak DKV ITB 2008 juga, yang kemaren nyamar jadi Mas Arya. Doi lagi mantengin laptop dengan dikelilingi kesunyian kantor pagi menjelang siang. Gw ngobrol-ngobrol sama dia dan dikenalin ke anak-anak magang lainnya juga. Eh ternyata ada anak Kom UI jg, capek deh ga jauh-jauh.
Karena desk tim gw ada di deket pintu masuk, gw dinasehatin sama Azmi untuk bersiap menjadi "Doorman" baru. Doorgirl kalee...haha. Jadi harus siap siaga bantuin anak magang, OB, atau tukang pos yang mau masuk ruangan tapi gak punya ID.
Nah, usut punya usut, ternyata yang bukain pintu buat gw pas pertama kali dateng ke Lowe untuk interview dab bertanya "Mau cari siapa?" kemaren itu, dia adalah CEO Lowe. Mr.Joe,namanya.cck
Jam menunjukan pukul 12.00, waktunya makan siang. Dan dua atasan gw pun belum dateng, yaitu Mas Arya sebagai copywriter dan Japret sebagai art director.
#003 creativeNOTpassive
Tugas eksekusi magang baru gw buat H-1 dikumpulin. Padahal udah disuruh dari 4 hari yang lalu. Time too slow but this girl's mind is not.hihi. Gw buat pake gigi 4. Sambil share juga berbagi pengetahuan dan ide sama temen-temen yg gw percaya handal dalam menjawab tugas-tugas gw. Gw tanya sama mereka ditambah khayalan gw dalam membuat cerita bernafaskan fiksi. Karena fiksi tidak nyata. Belari dari kenyataan itu sangat menyenagkan. Tapi kadanga nyakitin sih, loh.
Gw kumpulin tugas gw ke Mas Arya yang katanya suka Girlband Korea, "Girl Generation". Oia, cerita nyelip dikit. Sebelum gw kumpulin tugas ke calon temat magang ini, gw galau banget. Karena temen gw nawarin untuk gantiin temen gw jg yang resign magang disana. Waduuh... tempat magang impian gw sebenernya.cck. Contact person di Garuda sama sekali ga hubungin gw padahal gw udah kirim CV. Emang itu orang sibuknya minta ampun kali ya.. atau hapenya ada di dalam danau yang ada di dalam gua*akibat nonton film sanctum.hehehe
Nasib memang harus memilih. Gw akhirnya membuat keputusan. Siapa yang duluan ngabarin gw, dia yang gw terima. Tgl 11 malam, inbox gw nambah. Dan ternyata... gw diterima di agency tersebut. Seneng akhirnya ga gabut lagi. "Brightness" masa depan liburan kaya nambah 40 persen. Say no to gabut.. gw mulai magang cuy tgl 13.
#002 creativeNOTpassive
Interview Pertama ! Wah, hari ini akhirnya datang juga. Hari gw interview magang di agency yg gw blg kemaren. Oia, yang pasti ini bukan agency model ya karena secara fisik gw bukan tipe model banget. Bisa aja sih jadi model, model iklan susu penggemuk badan, kalo gak sementok-mentoknya iklan obat muka Cina, haha, rasisme dimana-mana ya.
Back to topic. Pagi menjelang siang gw naik bis ke Bekasi Barat-Blok M. Eh... busyeeet... penuh amat dah bisnya. Gw gak duduk sekitar 40 menitan. Sampe berkhayal kalo gw jadi spiderman, gw pasti udah nempel di atas dinding dalem bis. Daripada matgay, gw smsan aje dan curhat ke temn gw ttg Spiderman. Trs temen gw bales,"Kalo lo jadi Spiderman, lo ga bakal naik bis".haha, bener jg yee. Trs dia jg blg,"Kalo lo superhero, kaga usah magang, maen pilem aja noh di holiwut". Okeh, gw bls,"Superhero juga cuma magang kali di Holiwut, kan tugas aslinya tugas kemanusiaan". Teori yang bagus. Oke sampai deh di terminal Blok M.
Gersangnya, asapnya, padatnya, menjadi darh daging terminal Blok M. Gw nanya tempat gw interview magang. Dan sampe di kantor yang gw tuju. Gw naik ke lantai geng Kreatif di agency tersebut. Pas mau masuk ke ruangannya, ada bapak-bapak yang nanya ke gw,"Where do you go". Kok gw jadi kaku gini ya. "...". "Mau ketemu siapa?". "Oh, Mas Arya". "Oh, oke masuk aja". Akhirnya gw ketemu Mas Arya, pemilik e-mail dimana CV sama portofolio gw udah bersarang disana.
Kok Mas Arya muda sekali ya. Gw ga percaya banget dia semuda itu. Gw dibawa Mas Arya ke sebuah ruangan dimana disana udah ada seorang laki-laki yang badannya jauh lebih besar dari Mas Arya. Dia sedang duduk santai-santai. Mas Arya akhirnya interogasi gw, tapi kok kaku banget. Dan ternyata...... Dia bukan Mas Arya ! Mas Arya itu manusia yang lagi duduk-duduk santai di sofa. Dan ternyata... orang yang menyamar jadi Mas Arya itu anak magang yang rencananya jadi partner gw, kalo gw keterima di agency itu.
Cupu ah penyamarannya..
Gw diinterview 30 menitan gitulah. blablabla.... ditanya-tanya soal kuliah dan ekspetasi apa yang mau gw dapetin di tempat magang ini. Dan sampai pada sebuah pertanyaan yang gw cuma bisa diem, senyum-senyum mesem gara-gara komentarnya. "Kamu ga suka nulis di blog ya?". "Saya gak punya blog". "Ih kok kamu ansos banget sih gak punya blog, hah?". Dalam hati gw, temen gw banyak kali yang gak punya twitter. Mereka masih bisa hidup aja tuh.hahaha. Ya gw ada blog tapi ga diurus, tulisan gw kesangkut dimana-mana, bahkan sampe keapus semua gara-gara virus. Tapi bukan berarti gw ga bisa nulis kan kalo gw gak punya blog (sekarang aja... baru bisa komentar).
Karenan kandidatnya ada dua orang untuk magang di posisi yang disediakan, gw dikasi tugas. Yaelah ribet amat dah kaya kuliah. Ada tiga tugas. Pertama, buat cerita kalo lo punya uang 1 jua dollar lo mau ngapain. Kedua, buat skrip iklan radio produk AXE. Taglinenya, bidadari aja sampe jatoh ke bumi gara-gara AXE. Ketiga, kalo lo dipalak bencong, lo mau ngapain.haha. bukan-bukan.. bukan itu yang ketiga. Tugas ketiga, disuruh pikirin gmana caranya cornetto bisa keren di mata anak SMA. "Senen tgl 11 tolong dikumpul ya via email". Oke.. ga ada yang ditanyain lagi. 30 menit berakhir....
Gw keluar ruangan bernapas lega meskipun masih ada tugas buat eksekusi maganga lagi, ngok.
Mencet tombol G di lift, keluar pintu kantor. Menghirup udah terminal Blok M lagi. Kopaja 63 (Blok M-Depok).... tunggu aku !
#001 creativeNOTpassive
Liburan 3 bulan kalo ga jalan2, mati banget rasanya. Liburan 3 bulan kalo gak ada kegiatan bisa membusuk. apalagi kalo liburan 3 bulan, gak makan sama sekali.haha. Ya ini cerita di bulan kedua liburan 3 bulan gw (juni-pertengahan september). Sebenarnya rencana di otak banyak banget. Bukan rencana apa-apa. Rencana jalan-jalan aja iseng-iseng gitu. tapi ternyata perjalanan gue kayanya cuma mentok sampe Solo aja deh. Pengennya sih keluar Pulau Jawa tapi Tuhan berkehendak lain.
Minggu yang lalu, tiba-tiba gw dapat pencerahan dari gabut liburan kali ini. Gw harus ngelakuin sesuatu, man. Masa gw mau membusuk sampe lebaran tiba. haha. Iseng-iseng berhadiah emang pas bgt buat dekripsiin kejadian ini.
Senen sore, minggu kemaren, gw memang lagi berjodoh sama keberuntungan. Gw iseng nanya salah satu temen di UKM tercinta gw Suara Mahasiswa (eksis bgt ini UKM). Kebetulan dia anak Komunikasi 2008 yang lagi magang. Trus gw tanya, "Eh lo punya link magang lg, ngga?". Setelah nunggu beberapa lama, ya nggak lama sih cuma 1 menit, dia langsung ngasi email orang yg lagi nyari mangsa buat magang di sebuah agency. Temen gw blg, "Kasi CV sama portofolio lo ya". "Hah portofolio??". "Iya, portofolio, pokoknya tulisan-tulisan lo kaya cerpen atau skrip-skrip radio jg boleh". Weleh-weleh...gw man punya barang begituan, maklum gw anak setengah sastra setengah komunikasi, dan setengah Cina dan setengah Maluku juga,haha.
Yaudah, gw agak maksa sih ngirim tulisan yg gw punya, itu juga gw ambilin datanya dari sent mail stenisia.steny@gmail.com (penting bgt). Gw kumpulin semu yang gw punya. Peduli amat nyampah apa ngga, gw kirim ke email orang agency itu dengan sok-sok naro header di kiri halaman data-data gw, "Portofolio_Stenisia" haha. Oke, CV dan Portofoilo have been sent. Waktu itu hari sudah sore dan saya kembali gabut.
Dan sekali lagi, saya berjodoh dgn keberuntungan. Malam hari, inbox bertambah dan ternyata ada balasan dari agency tersebut yang berisikan harap dtg hari Rabu untuk interview magang. Wah, padahal gw gak pernah berharap secepat itu untuk dipanggil... (kaya dipanggil Tuhan aja). Tanpa berpikir panjang dan sok-sok pake efek surprise di wajah, gw langsung bales tuh e-mail. Email dibales....dan dia bales lg,"Kalo bisa bawa lagi portofolio yang kamu punya pas hari interview". Eaa.. portofolio-nya masih kurang?Padahal udah 17 lembar gw kirim, haha. Oke, gw akan mengumpulkan tulisan-tulisan gw yang mungkin masih kesangkut di file-file lain. Dan portofolio kedua pun rampung. Bersiap menunggu hari rabu pagi..
Langganan:
Postingan (Atom)














